INTAN JAYA - Kebutuhan air bersih menjadi persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat di wilayah pegunungan Papua. Di Kampung Engganengga, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, akses terhadap sumber air yang layak kerap menjadi tantangan, terutama saat musim kemarau. Menjawab kondisi tersebut, Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti melalui Pos Engganengga membuka akses air bersih bagi warga, Sabtu (25/4/2026).
Sejak pagi hari, aktivitas di Pos Engganengga tampak berbeda. Mama-mama dan anak-anak berdatangan membawa jerigen kosong dengan berbagai ukuran. Mereka antre dengan tertib, menunggu giliran untuk mengisi air dari tandon penampungan yang disediakan di pos.
Personel TNI terlihat sigap membantu. Tidak hanya membuka keran, mereka juga ikut mengangkat jerigen, mengisi air, hingga mengantarkannya ke area gerbang pos, terutama bagi warga lanjut usia. Suasana penuh kehangatan pun tercipta, diselingi tawa anak-anak yang mulai akrab dengan para prajurit.
Mama Yanuaria Wandagau (30), salah satu warga, mengungkapkan bahwa akses air bersih di kampungnya masih terbatas dan membutuhkan usaha ekstra untuk mendapatkannya.
“Air di kampung jauh, kami harus jalan cukup jauh ke kali. Kami sangat bersyukur karena sekarang pos membantu menyediakan air bersih, ” ujarnya sambil menggendong anaknya.
Komandan Pos Engganengga, Kapten Inf Rizki Hidayatullah, menegaskan bahwa penyediaan air bersih ini merupakan bagian dari kepedulian Satgas terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Air bersih adalah kebutuhan utama. Kami membuka akses ini agar masyarakat tidak kesulitan. Pos ini bukan hanya untuk tugas, tetapi juga menjadi tempat yang bisa dimanfaatkan warga, ” tegasnya.
Menurutnya, tandon air yang dimiliki pos tidak hanya digunakan untuk kebutuhan operasional, tetapi juga disiapkan sebagai sarana bantuan kemanusiaan bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan berbagi air bersih ini dilakukan secara rutin, terutama saat kondisi sumber air warga mengalami penurunan kualitas atau sulit dijangkau. Kehadiran Satgas diharapkan mampu menjadi solusi sementara bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.
Bagi warga, bantuan tersebut memiliki arti besar dalam kehidupan sehari-hari. Air yang dibawa pulang digunakan untuk kebutuhan memasak, minum, hingga aktivitas rumah tangga lainnya.
Ornando Bagau (10), salah satu anak di kampung tersebut, tampak antusias membawa jerigen kecilnya.
“Terima kasih bapak TNI. Air ini untuk minum dan masak di rumah, ” ucapnya dengan senyum bangga.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kehadiran TNI di wilayah penugasan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga hadir sebagai solusi atas kebutuhan dasar masyarakat. Di tengah keterbatasan, setetes air yang dibagikan menjadi simbol nyata kepedulian dan kemanunggalan TNI bersama rakyat.
(PERS)
