INTAN JAYA - Di tengah dinginnya malam di Kendetapa, hangatnya api unggun menjadi saksi bisu upaya Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti dalam merajut masa depan ketahanan pangan masyarakat pedalaman. Melalui Pos Kendetapa, para prajurit TNI tak hanya hadir sebagai penjaga perbatasan, namun juga sebagai agen perubahan yang menginspirasi warga Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, pada Rabu (8/4/2026).
Suasana akrab terasa saat personel Satgas, ditemani cahaya api unggun yang menari, berbincang santai dengan warga setempat, termasuk para mama dan anak-anak. Bukan sekadar obrolan biasa, melainkan sebuah sesi edukasi berharga mengenai cara sederhana membangun ketahanan pangan keluarga. Penjelasan detail diberikan tentang bagaimana memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam sayuran dan buah-buahan, sebuah langkah kecil namun berdampak besar bagi kemandirian pangan.
|
Baca juga:
Ini Dia Idenya, Model Baru Bantuan Sosial!
|
Antusiasme luar biasa terpancar dari wajah-wajah warga. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, dan menyimak setiap materi yang disampaikan. Ternyata, banyak dari mereka yang memiliki lahan terbatas namun belum tahu cara optimal untuk memanfaatkannya demi menghasilkan sumber pangan mandiri.
“Kami sangat berterima kasih atas penjelasan dari bapak-bapak TNI. Kami jadi tahu bagaimana memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur. Kami akan mencoba menerapkannya di rumah, ” ujar Ibu Paskalina Migau (41), salah satu warga yang mengaku mendapatkan pencerahan baru yang sangat bermanfaat bagi keluarganya.
Kapten Inf Doriman Rajagukguk, Komandan Pos Kendetapa, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata dari program Satgas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin membantu masyarakat meningkatkan ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah. Dengan cara ini, warga dapat memiliki sumber makanan yang sehat dan bergizi secara mandiri, ” jelasnya.
Beliau menambahkan bahwa edukasi sederhana seperti ini memiliki potensi dampak jangka panjang yang signifikan. Terlebih di wilayah pedalaman seperti Intan Jaya, di mana akses distribusi bahan makanan seringkali menjadi kendala. Kemandirian pangan menjadi kunci utama untuk memastikan ketersediaan gizi yang baik bagi seluruh keluarga.
Melalui pendekatan yang humanis dan penuh kehangatan, Satgas Yonif 113/Jaya Sakti tidak hanya berhasil membangun kedekatan emosional dengan masyarakat, tetapi juga secara nyata berkontribusi dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan keluarga di jantung Papua Tengah. Sebuah pengabdian tulus yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
(PERS)

Updates.