INTAN JAYA - Di tengah kehangatan tanah Papua, tepatnya di Kampung Bilai, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, sebuah pemandangan indah nan menyentuh hati terhampar. Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti (JS) dan masyarakat setempat menunjukkan esensi sejati dari kebersamaan melalui praktik barter yang tulus.
Bukan transaksi bernilai materi yang menjadi fokus, melainkan pertukaran hasil bumi yang sarat makna. Para mama dari Kampung Bilai dengan sukacita mendatangi Pos Satgas membawa berlimpah pisang dari kebun mereka. Sambutan hangat dari personel TNI pun tak kalah meriah, membalas pemberian tersebut dengan gula, komoditas yang sangat dibutuhkan warga untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kami belajar dari kearifan lokal. Mama kasih pisang, kami balas dengan gula. Sederhana, tapi dari sini terlihat kedekatan dan kepercayaan warga kepada kami, ” ujar Kapten Inf Rustamiadi, Komandan Pos (Danpos) Bilai Satgas Yonif 113/JS, Rabu (15/04/2026).
Bagi masyarakat Kampung Bilai, gula merupakan barang langka akibat jauhnya akses menuju kota. Sementara itu, hasil kebun pisang mereka melimpah ruah. Pertukaran sederhana ini menjadi solusi cerdas sekaligus perekat tali silaturahmi yang kian erat.
Suasana penuh tawa dan obrolan hangat mewarnai kegiatan barter di depan pos. Anak-anak berlarian riang bermain bersama para prajurit TNI, sementara para mama berbagi cerita tentang kehidupan di kampung. Pemandangan ini menegaskan bahwa kehadiran Satgas bukan sekadar menjaga keamanan, melainkan juga menumbuhkan rasa kekeluargaan.
“Tertawa lepas dan obrolan hangat mewarnai kegiatan barter di depan pos. Anak-anak ikut bermain dengan abang-abang TNI, sementara para mama bercerita tentang kondisi kampung. Pemandangan itu menjadi bukti bahwa kehadiran Satgas bukan hanya untuk menjaga keamanan, tapi juga menghadirkan rasa kekeluargaan di tengah masyarakat, ” kata Mama Paskalina Migau (41), salah satu warga Kampung Bilai.
