Safari Antang: Prajurit dan Warga Bulapa Jalin Kekeluargaan di Honai Papua

    Safari Antang: Prajurit dan Warga Bulapa Jalin Kekeluargaan di Honai Papua
    Foto: Prajurit Satgas dari Batalyon Infanteri 631/Antang melaksanakan kegiatan Safari Antang dengan menyambangi honai-honai warga Kampung Bulapa, Senin (2/3/2026).

    INTAN JAYA - Di tengah kehangatan Kampung Bulapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, sebuah inisiatif menyentuh hati tengah bergulir. Para prajurit dari Satgas Batalyon Infanteri 631/Antang tak sekadar menjalankan tugas, melainkan merajut keakraban melalui program 'Safari Antang'. Kegiatan ini membuka ruang dialog tulus antara para penjaga keamanan dan mama-bapa Papua, menciptakan suasana kekeluargaan yang erat pada Senin (2/3/2026).

    Dipimpin langsung oleh Komandan Pos setempat, langkah kaki para personel Satgas terasa akrab menyusuri setiap sudut kampung. Mereka dengan rendah hati memasuki satu honai ke honai lainnya, bukan untuk memeriksa, melainkan untuk duduk bersama, mendengarkan cerita kehidupan sehari-hari, menyerap setiap aspirasi, hingga mencatat kebutuhan mendesak masyarakat. Pendekatan personal ini terbukti efektif dalam membangun jembatan komunikasi yang kokoh, tanpa sekat yang menghalangi.

    Komandan Satgas Yonif 631/Antang, Letkol Inf Andy Darnianto, S.E., S.I.P., menegaskan esensi dari safari ini. Ia menekankan bahwa ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan wujud nyata dari komitmen mendalam untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Baginya, kehadiran prajurit di tengah masyarakat adalah tentang membangun rasa memiliki dan kebersamaan.

    "Kami datang bukan hanya sebagai prajurit, tapi sebagai keluarga. Kalau ada kesulitan, sampaikan kepada kami. Kita jaga kampung ini bersama, kita jaga kedamaian ini bersama. Karena Papua aman dan maju, itu harapan kita semua, " ungkapnya dengan tulus.

    Tak hanya berbagi cerita, para prajurit juga turut menyalurkan bantuan sederhana sebagai bentuk kepedulian tulus. Namun, bagi warga, makna terdalam dari kunjungan ini adalah perhatian dan kebersamaan yang mereka rasakan secara langsung. Sentuhan kemanusiaan inilah yang paling berharga.

    Lois (57), seorang tokoh masyarakat Bulapa tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Ia menyampaikan apresiasi yang mendalam atas pendekatan humanis yang ditunjukkan oleh Satgas.

    "Kami senang bapak-bapak TNI datang duduk bersama kami di honai. Kami merasa diperhatikan dan tidak sendiri, " tuturnya dengan senyum lebar.

    'Safari Antang' kini menjadi lebih dari sekadar program. Ini adalah simbol nyata bahwa kehadiran aparat negara melampaui sekadar aspek keamanan. Ini adalah tentang merajut kembali benang-benang hubungan sosial dan emosional dengan masyarakat. Melalui setiap sapaan hangat dari honai ke honai, tertanamlah rasa aman, kenyamanan, dan persaudaraan yang semakin mengakar kuat di tanah Papua.

    (Wartamiliter)

    yonif631antang safariantang bulapa papuapegunungan tnimanunggal pendekatanhumanis
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    TNI dan Warga Hiyabu Bersatu Tata Gereja,...

    Artikel Berikutnya

    Satgas Yonif 631 Borong Hasil Kebun Mama...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Blok M, Magnet Ekonomi Kreatif Baru Jakarta
    Anggaran Rp268 T untuk Makan Bergizi Gratis Dongkrak Ekonomi Petani dan Nelayan
    Anak Indonesia Terlindungi, Menkomdigi Tegaskan Tak Ada Kompromi untuk Platform Digital yang Tidak Taat PP Tunas
    Rp268 Triliun untuk Makan Bergizi Gratis, Ini Skema Detail Anggarannya!
    120 Huntap Bencana Tapanuli Selatan Siap Dihuni, Jadi Pilot Project Nasional

    Ikuti Kami