INTAN JAYA - Sebuah gestur sederhana namun sarat makna terukir di Kampung Zanepa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Kamis (26/2/2026). Noprianus Wandagau, seorang bocah berusia 11 tahun, terlihat memikul seikat kayu bakar di pundaknya menuju Pos Zanepa yang dijaga oleh Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti.
Kayu bakar yang dibawanya bukanlah untuk diperjualbelikan, melainkan wujud terima kasih tak terhingga atas bantuan sembako yang sebelumnya telah diberikan oleh para prajurit TNI kepada keluarganya. Bantuan tersebut berupa kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, gula, dan minyak goreng.
Tindakan polos Noprianus sontak menyentuh hati seluruh personel yang bertugas di pos tersebut. Di tengah segala keterbatasan yang mungkin dihadapi, anak pedalaman ini memilih untuk membalas kebaikan dengan apa yang ia miliki, sebuah pelajaran berharga tentang kerendahan hati dan rasa syukur.

“Ini adalah kisah yang penuh kehangatan. Bukan soal nilai barang yang diberikan, tetapi ketulusan hati di tengah keterbatasan. Itu yang sangat menyentuh kami, ” ujar Kapten Inf Sugeng Jamianto, Komandan Pos (Danpos) Zanepa.
Kapten Sugeng menambahkan bahwa perhatian dari masyarakat kepada para prajurit tidak hanya sebatas kayu bakar. Ia menuturkan bahwa warga kerap berbagi hasil kebun mereka, seperti sayuran segar, ubi-ubian, hingga buah-buahan musiman, sebagai tanda eratnya ikatan persaudaraan yang terjalin.
“Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran Satgas Yonif 113/Jaya Sakti diterima dengan baik oleh masyarakat. Hubungan yang terjalin bukan sekadar formalitas, tetapi sudah seperti keluarga, ” tambahnya, menyiratkan kedekatan yang mendalam.
Pos Zanepa sendiri merupakan salah satu titik penting dalam menjaga keamanan di wilayah Intan Jaya. Selain menjalankan tugas pokok pengamanan, personel Satgas Yonif 113/Jaya Sakti secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial untuk membantu masyarakat. Inisiatif ini mencakup pelayanan kesehatan gratis, pembagian makanan bergizi bagi anak-anak, hingga upaya membantu akses komunikasi bagi warga di daerah terpencil.
Keberadaan pos TNI di pedalaman ini diharapkan tidak hanya mampu memberikan rasa aman, tetapi juga turut serta mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Momen yang diperlihatkan oleh Noprianus menjadi refleksi nyata bahwa pendekatan yang humanis dan penuh empati mampu membangun jembatan kepercayaan yang tulus antara aparat negara dan warga di sekitarnya.
Di balik setiap helaan napas dan langkah kecil yang membawa seikat kayu bakar itu, tersimpan pesan mendalam tentang rasa terima kasih yang murni, ikatan persaudaraan yang kokoh, dan semangat kemanusiaan yang terus tumbuh subur di bentangan pegunungan Papua. (Infopublik)

Riansyah