Cukur Gratis Satgas Yonif 113: Kebersamaan Hangat di Kendetapa

    Cukur Gratis Satgas Yonif 113: Kebersamaan Hangat di Kendetapa
    Foto: Prajurit Satgas Pamtas.RI–PNG Mobile dari Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti melalui Pos Kendetapa. menawarkan layanan cukur rambut gratis bagi seluruh warga Kendetapa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Minggu (1/3/2026).

    INTAN JAYA - Di tengah hamparan hijau Kendetapa, Intan Jaya, Papua Tengah, sebuah inisiatif sederhana namun menyentuh hati digelar oleh prajurit Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–PNG Mobile dari Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti. Melalui Pos Kendetapa, pada Minggu (1/3/2026), para kesatria ini membuka pintu pos mereka untuk menawarkan layanan cukur rambut gratis bagi seluruh warga kampung.

    Kegiatan yang digagas di bawah program 'Jaya Sakti Peduli' ini bukan sekadar pemotongan rambut biasa. Ia adalah sebuah jembatan komunikasi, sebuah bentuk perhatian tulus yang disambut hangat oleh masyarakat, terutama anak-anak dan remaja. Sejak mentari pagi menyapa, barisan antrean tertib mulai terbentuk, diselingi tawa riang dan obrolan ringan, menciptakan suasana kekeluargaan yang kental di sekitar Pos Kendetapa.

    Kapten Inf Doriman Rajagukguk, Komandan Pos Kendetapa, memaparkan filosofi di balik kegiatan ini.

    “Kami ingin masyarakat di sini merasa nyaman, merasa diperhatikan. Dengan hal kecil seperti cukur rambut gratis, kami berharap bisa membangun kedekatan, rasa saling percaya, dan tentunya rasa kekeluargaan antara kami para prajurit dengan seluruh warga Kendetapa, ” ungkapnya penuh harap.

    Lebih dari sekadar sentuhan gunting, momen ini menjadi ajang interaksi yang berharga. Para prajurit tak sungkan berbincang, mendengarkan cerita, bahkan menyerap aspirasi dari warga. Pendekatan personal ini terbukti efektif dalam mengikis jarak dan membangun fondasi kepercayaan yang kokoh antara aparat negara dan masyarakat yang mereka lindungi.

    Kegembiraan terpancar dari wajah Paskalis Selegani (11), seorang anak Kampung Kendetapa yang antusias menanti giliran.

    “Terima kasih banyak, Bapak-bapak Satgas. Rambut saya sudah lama sekali ingin dipotong, ” ucapnya riang dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.

    Kapten Doriman menegaskan komitmen Satgas untuk terus menghadirkan kegiatan serupa sepanjang masa penugasan mereka.

    “Kami percaya, kebersamaan adalah kunci. Hubungan harmonis dengan masyarakat adalah pondasi terpenting untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah ini, ” imbuhnya.

    Program 'Jaya Sakti Peduli' membuktikan bahwa kehadiran Satgas di tanah Papua Tengah lebih dari sekadar misi pengamanan. Ini adalah tentang merangkul, menyentuh sisi kemanusiaan, dan menumbuhkan rasa persaudaraan. Di tengah tantangan geografis daerah pegunungan, sebuah gestur perhatian sekecil layanan cukur gratis mampu menyalakan harapan dan mempererat tali persaudaraan antara prajurit TNI dan jantung masyarakat Papua.

    (Wartamiliter)

    jayasaktipeduli yonif113js satgaspamtas poskendetapa intanjaya papuatengah
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    TNI dan Warga Hiyabu Bersatu Tata Gereja,...

    Artikel Berikutnya

    Satgas Yonif 631 Borong Hasil Kebun Mama...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Menteri PU Gerak Cepat Atasi Banjir Brebes, Fokus Pengerukan Muara Sungai Babakan
    Tinjau Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni, Kapolri Pastikan Pemudik Aman-Selamat Sampai Tujuan
    Kapolri Sebut Jumlah Kecelakaan Selama Lebaran 2026 Turun 7,8 Persen
    Satgas Yonif 744/SYB dan Warga Intan Jaya Bersatu Sambut Paskah, Toleransi Terjaga di Tanah Papua
    Dukung PP TUNAS, Kemenag Perkuat Literasi Digital Siswa dan Santri

    Ikuti Kami